Asah Kepercayaan Diri, Lapas Perempuan Palembang Latih Warga Binaan Fashion Show

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) menggelar pelatihan fashion show bagi Warga Binaan sebagai persiapan menghadapi Palembang Fashion Week yang akan di adakan pada akhir tahun 2026.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) menggelar pelatihan fashion show bagi Warga Binaan sebagai persiapan menghadapi Palembang Fashion Week yang akan di adakan pada akhir tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula bawah Lapas Perempuan Palembang pada pukul 10.00 WIB ini diikuti oleh tujuh Warga Binaan yang mendapatkan pelatihan langsung dari Anggia Marshanda, Miss Grand Tourism Indonesia, Sabtu (31/10).

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Palembang dalam mengembangkan potensi Warga Binaan, khususnya di bidang peragaan busana.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibimbing untuk mempelajari teknik berjalan di atas runway, menjaga postur tubuh, mengatur langkah, serta membangun kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan dan membuka peluang baru di masa mendatang.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Sariany Nababan, menyampaikan bahwa pelatihan fashion show merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi Warga Binaan.

Bacaan Lainnya

Persiapan menuju Palembang Fashion Week juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan menampilkan diri secara profesional.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kami berharap mereka dapat mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh, sehingga mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik saat mengikuti Palembang Fashion Week,” ujar Sariany Nababan.

Sementara itu, Kepala Subseksi Sarana Kerja, Selvia Mendairty, menekankan pentingnya latihan yang konsisten dalam membangun keterampilan peragaan busana. Menurutnya, kemampuan catwalk tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian untuk terus belajar.

“Pelatihan ini menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan kepercayaan diri. Kami berharap keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk persiapan Palembang Fashion Week, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang dapat dikembangkan sebagai potensi diri,” ungkap Selvia.

Kehadiran Anggia Marshanda sebagai pelatih catwalk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh arahan dan pendampingan dalam mempersiapkan penampilan mereka. Melalui latihan yang terarah, tujuh Warga Binaan diharapkan semakin siap mengikuti Palembang Fashion Week sekaligus menunjukkan hasil pembinaan keterampilan yang dijalankan di Lapas Perempuan Palembang.

Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong pengembangan potensi Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.

Persiapan menuju Palembang Fashion Week menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi Warga Binaan dalam menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali berdaya di tengah masyarakat.

Pos terkait