Apa Pentingnya Penerapan PHBS?, Ini Kata Dokter Cinta dari Dinkes Ciamis

INDODAILY.CO, CIAMIS — Mungkin masih ada bertanya-tanya, apa arti dan kepanjangan PHBS?. PHBS adalah singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Di Indonesia sendiri melalui instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerapkan program PHBS yang harus dilakukan mulai dari rumah tangga, tempat sekolah, tempat kerja, pusat sarana kesehatan, hingga tempat-tempat umum lainnya untuk mencegah penularan penyakit.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, dr. Eni Rochaeni mengatakan, dalam menerapkan hidup sehat terbukti dapat mencegah berbagai jenis penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.

“Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga dapat mencegah tingkat penularan berbagai penyakit, seperti TB,” ujar dr Eni kepada Indodaily.co, Jumat (22/7/2022).

dr Eni menyebut, secara umum tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup bersih dan sehat, juga untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan.

Selain itu, penerapan PHBS diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Untuk itu saya kerap kali menyanyikan lagu tentang pentingnya PHBS di setiap kegiatan sosialisasi dan edukasi terhadap kader dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, ada 10 indikator keberhasilan dalam menerapkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat pada tingkat rumah tangga. Yaitu:

1. Cuci tangan pakai sabun; ada lagu enam langkah untuk mencuci tangan pakai sabun, bahkan dr. Eni ini sering menyanyikan lagu tersebut dalam penerapan cucu tangan pakai sabun sejak ia menjabat kepala Puskesmas Cikoneng pada tahun 2013. Manfaat cuci tangan pakai sabun itu agar sehat dan meminimalisir dari penyakit menular.

2. Persalinan oleh tenaga kesehatan; kenapa persalinan diharuskan oleh nakes? Tujuan dari pusat itu untuk menurunkan AKI dan AKB. Pemerintah bukan tidak percaya terhadap indung beurang (dukun beranak), akan tetapi dunia kesehatan saat ini sudah berkembang.

“Dukun beranak juga hebat dalam persalinan, akan tetapi dalam segi kesehatan memang harus ada yang dibenahi, maka dukun beranak juga tetap diperbantukan dalam persalinan yang dilakukan nakes/bidan,” paparnya.

3. Jaga rumah dari jentik; saat ini banyak ditemukan kasus DBD yang menimbulkan kematian, angka kematian yang disebabkan DBD di Indonesia meningkat. Jika masyarakat menjaga rumah dari jentik, maka tidak akan ada penyakit DBD.

4. Jangan lupa ASI eksklusif; giji buruk, kurang giji dan lainnya, penyakit seperti itu jika ibu-ibu rajin memberikan ASI eksklusif, anak-anak pasti sehat. Sebab seiring berkembangnya jaman, banyak ditemukan ibu-ibu yang tidak ingin memberikan ASI eksklusif terhadap anaknya.

“Padahal di ASI eksklusif itu ada kolostrum yang bagus untuk daya tahan tubuh anak, maka kenapa ketika bayi lahir harus langsung disusui oleh ibunya, karena ada zat yang tidak dimiliki oleh susu sapi,” jelas dr Eni.

5. Jangan merokok di dalam rumah; pemerintah masih baik, tidak melarang untuk tidak merokok, akan tetapi diperbolehkan merokok tetapi di tempat khusus, asal jangan di dalam rumah. Karena perokok pasif lebih berbahaya, seperti contohnya akan berbahaya bagi kesehatan anak jika orang tuanya merokok di dalam rumah.

6. Bayi timbang tiap bulan; sering ditemukan bayi dengan giji buruk di setiap daerah, kenapa? Karena belum semua bayi atau belita yang rajin dibawa ke posyandu. Jika bayi rutin dibawa ke posyandu maka akan terpantau perubahan timbangan berat badan si bayi, tetapi kalau tidak rajin datang maka tidak akan terpantau oleh tenaga kesehatan.

7. Makan buah dan sayur; kenapa harus makan buah dan sayur? Karena semua itu adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

“Saat ini ada posyandu terintegrasi, ada pangan lestari kemudian tiap rumah diharuskan menanam buah, sayuran dan bibitnya dikasih dari program. Jadi tinggal kemauan kita untuk menanam,” ungkapnya.

8. Jamban sehat; saat ini, syarat kabupaten sehat itu harus 100 persen dengan jamban sehat. Karena, Pemerintah Indonesia akan Zero New Stunting 2024. Untuk itu, kalau anak-anak dan masyarakat lainnya tidak tinggal di lingkungan yang tidak sehat, pasti akan menimbulkan penyakit kemudian sakit.

9. Gunakan air bersih; harus menghindari air kotor yang memiliki kandungan zat besinya tinggi, karena itu berdampak terhadap tumbuh kembang atau stunting.

10. Olahraga tiap hari; olah raga tiap hari untuk diri sendiri, kalau dilakukan atau rajin berolahraga tiap hari maka akan menciptakan dusun sehat, desa sehat, kecamatan sehat, kabupaten sehat dan indonesia sehat.

“Untuk itu, salah satu tugas saya itu menciptakan kecintaan terhadap PHBS, sehingga, kalau masyarakat sudah bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya, maka akan berdampak pada lingkungannya juga,” tukasnya.

Pos terkait