Kesehatan Terjaga Pelayanan Sempurna, Lapas Perempuan Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Pegawai dan Warga Binaan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar hari pertama pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining kesehatan bagi pegawai serta Warga Binaan di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Senin (12/10).

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar hari pertama pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining kesehatan bagi pegawai serta Warga Binaan di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Senin (12/10).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini terselenggara berkat kerja sama Tim Kesehatan Lapas Perempuan Palembang dengan petugas dari Puskesmas Merdeka, Puskesmas Dempo, serta Puskesmas 23 Ilir di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan fisik umum seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kesehatan mata, THT, gigi dan mulut, hingga pengecekan Gula Darah Sewaktu (GDS), yang kemudian dilanjutkan dengan skrining TBC, HIV, Hepatitis, serta Penyakit Tidak Menular (PTM).

Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menindaklanjuti program nasional untuk memastikan seluruh jajaran dan warga binaan berada dalam kondisi kesehatan yang optimal.

“Kesehatan pegawai dan warga binaan merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif. Melalui pemeriksaan menyeluruh ini, kami memastikan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Desi.

Bacaan Lainnya

Senada dengan hal tersebut, Dokter Klinik Lapas Perempuan Palembang, dr. Windy Kirani, menyampaikan bahwa pada hari pertama pelaksanaan, CKG dan skrining telah sukses menjangkau puluhan pegawai dan ratusan warga binaan.

“Pada hari pertama ini, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 45 orang pegawai dan 247 orang Warga Binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara keseluruhan, seluruh peserta dinyatakan tidak ada yang terindikasi atau suspect TB,” ungkap dr. Windy.

Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat sinergi yang baik antara tim medis internal dan eksternal. Kegiatan ini turut mendukung arah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia dalam penguatan aspek kesehatan, pencegahan penyakit menular, dan peningkatan kesejahteraan di Unit Pelaksana Teknis.

Pos terkait