Lapas Perempuan Palembang Siapkan Tata Kelola BMN Optimal, Ikuti Rangkaian Audit Ketaatan Inspektorat Jenderal

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Rangkaian Audit Ketaatan atas Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Rangkaian Audit Ketaatan atas Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

Di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Tim Inspektorat Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Minggu (11/10).

Kegiatan pemeriksaan yang berlangsung sesuai penugasan resmi Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, ini berfokus pada pengawasan intern, evaluasi data dukung, serta penatausahaan aset negara agar berjalan secara efektif, efisien, objektif, dan profesional.

Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menyambut baik serta menegaskan komitmen jajarannya untuk senantiasa mendukung penuh kelancaran seluruh tahapan audit yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 15 Oktober 2026 tersebut.

“Kami menyambut baik kehadiran Tim Inspektur Jenderal di Lapas Perempuan Palembang. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan seluruh penatausahaan dan pengelolaan Barang Milik Negara berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Desi.

Bacaan Lainnya

Senada dengan hal tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Perempuan Palembang, Rosliani Pulungan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh dokumen serta data dukung yang dibutuhkan oleh tim pemeriksa.

“Seluruh jajaran pengelola administrasi dan BMN telah bekerja sama secara optimal dalam menyajikan data dukung umum, dokumen survei pendahuluan, hingga laporan penatausahaan aset secara terstruktur dan valid guna mendukung kelancaran tugas Tim Inspektorat Jenderal,” ungkap Rosliani.

Pelaksanaan audit ini berjalan lancar dengan mengedepankan sinergi yang baik antara tim pemeriksa dan jajaran internal Lapas Perempuan Palembang.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta mewujudkan profesionalisme dalam pengelolaan aset negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sesuai dengan 15 Program Aksi Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pos terkait