Mengurangi Kekumuhan di Desa, Program TPS 3R Langsung Dikelola Oleh KSM

Isa Irawan, S.T., Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ogan Komering Ilir.

INDODAILY.CO, OKI — Program Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi pembagunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) dicanangkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan melibatkan masyarakat langsung.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana persampahan, dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Menekankan bahwa pengurangan sampah merupakan tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Berbagai gerakan perlu ditingkatkan melalui peranan tokoh masyarakat, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ataupun pemerintah.

Dalam pelaksanaannya pengelolaan sampah merupakan rangkaian subsistem pewadahan, subsistem pengumpulan, subsistem pengolahan, subsistem pengangkutan, dan subsistem pemrosesan akhir.

Konsep utama pengolahan sampah pada TPS 3R adalah untuk mengurangi kuantitas dan memperbaiki karakteristik sampah, yang akan diolah secara lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ogan Komering Ilir (DPRKP OKI), Ir Asmar Wijaya melalui Kepala Bidang Tata Bangunan Isa Irawan ST mengatakan, pengelolaan dari program TPS 3R langsung dikelola oleh KSM masing masing.

“Jelasnya program TPS 3R itu langsung dikelola oleh KSM. Untuk seluruh dana pencairan program itu langsung masuk ke rekening KSM masing masing dan pihak dari KSM lah yang mencairkannya. ungkap Isa kepada Indodaily.co, Rabu (21/09/2022).

Isa menerangkan, sebelum program itu berjalan pihak dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengajukan terlebih dahulu proposal lengkap, beserta hibah tanah tempat lokasi yang akan dibangunkan TPS 3R kepada Dinas PRKP OKI untuk ditindaklanjuti.

“Sebelum program berjalan pihak dari Pemdes mengajukan proposal terlebih dahulu dan proposal tersebut sudah melampirkan hibah tanah untuk pembagunan, tidak akan mungkin pihak kami merealisasikan proposal itu jika tidak ada hibah tanahnya. Terkait pengadaan Becak Motor (Bentor) itu sudah ada di dalam kegiatan posisinya,” terangnya.

Pihaknya berharap, adanya kegiatan TPS 3R yang masuk diwilayah Kabupaten OKI dapat mengurangi kekumuhan di beberapa desa yang mendapatkan program tersebut.

Harapan kita adanya TPS 3R ini kedepan dapat mengurangi kekumuhan dari pada desa itu, masyarakat perlu mengetahui adanya program ini, bahwa sampah yang ada di desa dapat didaur kembali sehingga bisa menghasilkan, yang mengelola dari TPS 3R itu pengurus KSM.

“Untuk tingkat keberhasilan program TPS 3R diwilayah Kabupaten OKI itu masih 50:50 (Fifty:Fifty) pihak kita akan memberikan pembinaan kepada KSM,” pungkasnya.

Pos terkait