INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat, Jumat (28/8).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung di lapangan Lapas Perempuan Palembang dan diikuti jajaran pegawai, peserta magang, serta warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin bersama sebagai bentuk doa dan refleksi spiritual. Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh warga binaan, menambah suasana religius di lingkungan Lapas Perempuan Palembang.
Suasana semakin bermakna saat Ustaz Rajab Bahamar menyampaikan tausiah tentang keteladanan Rasulullah SAW. Ia mengajak seluruh jajaran dan warga binaan untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan, khususnya dalam memperkuat keimanan, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita meneladani akhlak beliau. Kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan sikap saling memaafkan harus kita hadirkan dalam kehidupan. Siapa pun kita dan di mana pun kita berada, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Ustaz Rajab.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap seluruh jajaran, peserta magang, dan warga binaan dapat mengambil keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan proses pembinaan di Lapas,” ujar Desi.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan. Selain memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal moral dan membangun kesadaran untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, jajaran pegawai turut mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Salah satu pegawai Lapas Perempuan Palembang, Misbah, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan Lapas.
“Kegiatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kami untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas. Selain menambah wawasan keagamaan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pegawai, peserta magang, dan warga binaan,” ungkap Misbah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kekhidmatan.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi penguat dalam pelaksanaan tugas dan proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.






















