INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Penguatan tata kelola, kedisiplinan, dan kualitas pelaksanaan tugas menjadi perhatian Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang.
Hal tersebut ditegaskan usai Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, bersama jajaran pejabat manajerial dan nonmanajerial mengikuti pengarahan dan penguatan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, secara virtual dari Aula Lapas Perempuan Palembang, Senin (7/9).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi jajaran untuk menyamakan langkah sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan secara profesional dan sesuai ketentuan.
Dalam arahannya, Mashudi menyampaikan sejumlah atensi strategis yang perlu menjadi perhatian seluruh jajaran Pemasyarakatan.
Sebanyak 13 pokok pembahasan disampaikan, mulai dari kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, penguatan pengamanan, pengawasan dan pembinaan pegawai, hingga kedisiplinan dalam menjalankan arahan pimpinan.
Penguatan juga mencakup optimalisasi peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas, penyelenggaraan bahan makanan tahun 2026, bidang kehumasan, penyesuaian identitas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta pelaksanaan rapat kerja teknis.
Selain itu, Mashudi menyoroti pengembangan produk UMKM dan ketahanan pangan, penguatan layanan komunikasi bagi warga binaan, serta evaluasi dan perbaikan tata kelola pelayanan publik.
Mashudi menekankan bahwa setiap arahan pimpinan harus dipahami dan dilaksanakan secara disiplin serta konsisten oleh seluruh jajaran.
Menurutnya, penguatan pengawasan, pelayanan, dan program pembinaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Seluruh jajaran harus memahami setiap arahan yang diberikan dan menindaklanjutinya dalam pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing. Penguatan disiplin, pengawasan, pelayanan, serta program pembinaan harus terus dilakukan agar Pemasyarakatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Mashudi.
Merespons arahan tersebut, Desi menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjadikan seluruh poin penguatan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas sekaligus bahan evaluasi di lingkungan Lapas Perempuan Palembang.
“Setiap arahan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan menjadi perhatian dan pedoman bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Jajaran Lapas Perempuan Palembang siap memperkuat kedisiplinan, tata kelola, pengamanan, pelayanan, serta pelaksanaan program pembinaan secara konsisten dan bertanggung jawab,” ujar Desi.
Ia menambahkan, tindak lanjut akan dilakukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing bidang dengan memperkuat koordinasi dan sinergi antarjajaran.
Melalui langkah tersebut, Lapas Perempuan Palembang berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan tugas agar semakin tertib, profesional, dan akuntabel.
Penguatan tata kelola dan disiplin diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja internal, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat.






















