Sambut HBP Ke-62, Produk Warga Binaan Lapas Kelas I Palembang dipamerkan dalam Bazar di Rutan Pakjo

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang turut meramaikan kegiatan bazar Produk Karya Warga Binaan yang diselenggarakan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang (Pakjo) dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.

INDODAILY.CO, PALEMBANG —- Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang turut meramaikan kegiatan bazar Produk Karya Warga Binaan yang diselenggarakan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang (Pakjo) dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas dan kemandirian warga binaan, pada hari Jumat (10/04).

Berbagai produk unggulan Lapas Kelas I Palembang dipamerkan dalam bazar tersebut di antaranya Lameta Snack seperti keripik pisang, keripik singkong, dan makaroni, serta kopi bubuk dengan berbagai varian, kerajinan tangan seperti gantungan kunci, hingga hasil ketahanan pangan berupa sayuran segar seperti pakcoy dan telur.

Kegiatan bazar secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno. Kemudian beliau melakukan peninjauan stand pameran dari seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan.

Erwedi menyampaikan bahwa, “Kegiatan bazar ini menjadi wadah strategis untuk menampilkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan berjalan dengan baik dan produktif.”

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas menyampaikan bahwa keikutsertaan Lapas Kelas I Palembang dalam bazar ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil karya warga binaan yang telah dibekali keterampilan melalui program pembinaan kemandirian.

Melalui kegiatan ini, Kalapas berharap produk karya warga binaan semakin dikenal luas oleh masyarakat serta mampu meningkatkan kepercayaan diri warga binaan dalam berkarya sehingga kegiatan pembinaan dalam Lapas dan Rutan akan semakin produktif serta memiliki nilai jual dan daya saing di masyarakat.

Pos terkait