INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang merampungkan hari kedua pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining kesehatan bagi pegawai serta Warga Binaan di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Selasa (13/10).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.40 WIB ini terlaksana berkat sinergi Tim Kesehatan Lapas Perempuan Palembang bersama petugas dari Puskesmas Merdeka, Puskesmas Dempo, serta Puskesmas 23 Ilir di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran fisik umum (TB, BB, lingkar perut, tekanan darah), pemeriksaan panca indra dan gigi, pengecekan Gula Darah Sewaktu (GDS), hingga skrining lanjutan untuk TBC, HIV, Hepatitis, serta Penyakit Tidak Menular (PTM).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Lily Puspa Sari, menjelaskan bahwa pada hari kedua ini pemeriksaan telah menjangkau puluhan pegawai dan ratusan warga binaan dengan akumulasi capaian yang sangat baik.
“Pada hari kedua ini, kami mencatat pemeriksaan terhadap 38 orang pegawai dan 248 orang Warga Binaan. Secara akumulatif dari hari pertama dan kedua, total capaian CKG pegawai kita telah menyentuh angka 83 orang atau 92%, sementara Warga Binaan mencapai 501 orang atau 98% dari target,” ungkap Lily.
Sementara itu, Dokter Klinik Lapas Perempuan Palembang, dr. Windy Kirani, memaparkan hasil skrining serta langkah tindak lanjut medis yang diambil oleh tim kesehatan.
“Dari pemeriksaan hari kedua, seluruh pegawai dinyatakan tidak ada yang suspek TB. Namun, terdapat 27 warga binaan yang terindikasi suspek TB, dan kami langsung mengambil langkah cepat berupa pengambilan sputum untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) bekerja sama dengan Puskesmas 23 Ilir dan Puskesmas Dempo,” jelas dr. Windy.
Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua ini berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Langkah tindak lanjut seperti koordinasi lanjutan dengan puskesmas serta imbauan bagi pegawai yang belum sempat hadir terus dimaksimalkan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut memperkuat arah 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia dalam mengoptimalkan aspek kesehatan, pencegahan penyakit menular, serta peningkatan kesejahteraan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis.






















