INDODAILY.CO, PALEMBANG — Komitmen terhadap pemenuhan layanan kesehatan terus diperkuat oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang melalui pelaksanaan skrining kesehatan jiwa lanjutan bagi warga binaan, Selasa (24/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta pemantauan berkelanjutan kondisi psikologis warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Skrining dilakukan oleh dokter lapas, dr. Windy Kirani, dengan metode observasi klinis dan penilaian kondisi emosional maupun perilaku warga binaan yang sebelumnya telah mengikuti pemeriksaan tahap awal.
Pemeriksaan lanjutan ini difokuskan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi mental serta memastikan intervensi dapat diberikan secara cepat dan tepat apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan jiwa.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan program pembinaan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk kesehatan jiwa. Dengan skrining lanjutan ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan perhatian dan pendampingan yang memadai agar tetap stabil secara emosional dan siap mengikuti seluruh program pembinaan,” ujar Desi.
Sementara itu, dr. Windy Kirani menjelaskan bahwa pemeriksaan lanjutan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pemantauan kondisi psikologis warga binaan.
“Skrining lanjutan ini penting untuk memastikan kondisi warga binaan tetap stabil dan mendapatkan intervensi sedini mungkin apabila ditemukan tanda-tanda gangguan. Kami juga memberikan edukasi terkait cara mengelola stres, kecemasan, dan emosi selama menjalani masa pidana,” jelasnya.
Salah satu warga binaan (SI) yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan jiwa yang rutin diberikan.
“Kami merasa diperhatikan. Dengan adanya pemeriksaan seperti ini, kami bisa lebih terbuka menyampaikan apa yang dirasakan dan mendapatkan arahan bagaimana mengelola pikiran serta emosi agar tetap tenang,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan ini, diharapkan kualitas kesehatan mental warga binaan tetap terjaga sehingga mampu mendukung proses pembinaan yang optimal dan berkelanjutan.






















