Buka Puasa Bersama, Ormas di Sumsel Pererat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Keamanan

INDODAILY.CO, PALEMBANG – Semangat persatuan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Selatan menguat melalui kegiatan Buka Puasa Bersama Koalisi Ormas Bersatu Sumsel yang digelar di Markas Besar Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Kebon Gede Venue, Jalan Sultan M. Mansyur, Palembang, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi sejumlah organisasi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas daerah, khususnya di Kota Palembang.

Acara ini dihadiri tokoh ulama sekaligus Penasehat Koalisi Ormas Bersatu Sumsel, Ustadz Ammak Shahab, serta Dewan Pembina I DPP Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Diky Haitami.

Turut hadir sejumlah pimpinan organisasi masyarakat, di antaranya Ketua Umum HSB Satria Amri Ramadhan, Ketua MPC Pemuda Pancasila Palembang Nursyamsu M.A.H (Iding), Ketua Umum DPD Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu Sumsel M. Yusuf Malaya, Ketua DPW PEKAT IB Sumsel Suparman Romans, Ketua Forum Cakar Sriwijaya Sumsel Gerry Hari Wijaya, Ketua Pemuda Panca Marga Sumsel Gerty Gunung Iskandar Alamlah, serta Ketua Gerakan Bersatu Rakyat Ferry King.

Dalam sambutannya, Ustadz Ammak Shahab menilai upaya menyatukan berbagai organisasi masyarakat dalam satu wadah kebersamaan merupakan langkah besar yang patut diapresiasi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, menyatukan banyak ormas bukanlah perkara mudah karena masing-masing organisasi memiliki karakter, kekuatan, dan latar belakang berbeda.

“Ini niat yang sangat luar biasa. Menyatukan satu ormas saja kadang sulit, apalagi banyak ormas dengan karakter dan kekuatan masing-masing. Tapi di Sumatera Selatan kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan bisa diwujudkan demi menjaga daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, persatuan tersebut bukan untuk menunjukkan kekuatan organisasi, melainkan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

“Persatuan ini bukan untuk gagah-gagahan. Tujuannya agar kita solid menjaga Sumatera Selatan. Kalau bisa bukan hanya zero konflik, tapi juga zero narkoba,” tegasnya.

Ammak Shahab juga mengusulkan agar kebersamaan antarormas tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, tetapi berlanjut secara rutin melalui kegiatan spiritual seperti dzikir bersama.

“Kalau bisa satu bulan sekali kita adakan dzikir bersama antarormas. Ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menenangkan hati dan mudah-mudahan membawa keberkahan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HSB, H. Satria Amri Ramadhan menegaskan bahwa terbentuknya Koalisi Ormas Bersatu Sumsel merupakan langkah strategis dalam memperkuat solidaritas organisasi masyarakat di Palembang.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini telah ada delapan organisasi masyarakat yang menyatakan bergabung dalam koalisi tersebut.

“Alhamdulillah beberapa pimpinan ormas hadir dan menyatakan komitmen untuk bersama-sama membangun kekompakan. Saat ini sudah ada delapan ormas yang tergabung, dan kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi ormas lain yang ingin ikut bergabung,” ujarnya.

Menurut H Satria, koalisi tersebut diharapkan mampu menghimpun mayoritas organisasi masyarakat di Palembang dalam satu semangat kebersamaan.

“Harapan kami minimal 95 persen ormas di Kota Palembang bisa bergabung. Tujuannya jelas, menciptakan Palembang yang zero konflik serta mendukung program pemerintah dan kegiatan sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah Idul Fitri mendatang, koalisi ini akan memulai rangkaian kegiatan bersama, salah satunya Dzikir Akbar antar organisasi masyarakat yang direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan.

“Habis Lebaran nanti kita akan mulai dengan Dzikir Akbar sebagai simbol awal kebersamaan antarormas. Ini menunjukkan bahwa kekuatan ormas bukan hanya pada aksi sosial, tetapi juga pada kekuatan spiritual,” katanya.

Senada dengan itu, Dewan Pembina I DPP HSB, Diky Haitami, menilai kehadiran Koalisi Ormas Bersatu Sumsel diharapkan menjadi wadah besar yang mampu menyatukan berbagai kekuatan sosial dari beragam organisasi masyarakat.

“Koalisi ini menunjukkan bahwa ormas tidak hanya dikenal karena kekuatan massa, tetapi juga karena kemampuannya membangun persatuan, menjaga stabilitas daerah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.

Ke depan, konsolidasi koalisi masih akan difokuskan di Kota Palembang sebelum diperluas ke tingkat kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Selatan.

Pos terkait