Tingkatkan Kualitas Layanan Makanan, Jajaran Lapas Perempuan Palembang Ikuti Sosialisasi Aplikasi SIMONEVBAMA 2.0 

Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Gizi dan Makanan serta Sosialisasi Pemanfaatan Aplikasi SIMONEVBAMA Versi 2.0 secara virtual.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS — Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Gizi dan Makanan serta Sosialisasi Pemanfaatan Aplikasi SIMONEVBAMA Versi 2.0 secara virtual.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Lapas ini merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Makanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Senin (04/05).

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), jajaran Pejabat Struktural, tim medis/kesehatan, hingga petugas pengelola dapur.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan penguatan tugas dan fungsi guna meningkatkan akuntabilitas kinerja petugas pengelola layanan makan di wilayah Sumatera Selatan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menegaskan komitmen instansinya untuk selalu adaptif terhadap perkembangan regulasi dan teknologi demi menjamin hak gizi warga binaan.

“Pemanfaatan Aplikasi SIMONEVBAMA Versi 2.0 ini adalah bagian dari transformasi digital pemasyarakatan. Berkumpulnya kami di aula hari ini untuk menyimak sosialisasi ini membuktikan bahwa Lapas Perempuan Palembang siap mengimplementasikan Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2025. Fokus utama kami adalah memastikan penyelenggaraan makanan semakin transparan dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan,” tegas Desi.

Senada dengan hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Assetia Chodijah, menyoroti pentingnya akurasi data dalam aplikasi terbaru untuk mendukung tertib administrasi pengadaan bahan makanan.

“Aplikasi SIMONEVBAMA 2.0 mempermudah kami dalam memantau serta mengevaluasi distribusi dan kualitas makanan secara real-time. Sebagai PPK, saya memastikan setiap proses pengadaan bahan makanan akan berjalan selaras dengan pedoman terbaru, sehingga layanan gizi bagi warga binaan dapat terselenggara secara optimal dan akuntabel,” ungkap Assetia Chodijah.

Melalui kegiatan yang berlangsung khidmat di aula ini, diharapkan seluruh petugas pengelola layanan makanan memiliki pemahaman yang seragam mengenai teknis penggunaan aplikasi dan pedoman terbaru.

Upaya ini menjadi bukti dedikasi Lapas Perempuan Palembang dalam menghadirkan standar pelayanan kesehatan dan gizi yang profesional bagi seluruh warga binaan.

Pos terkait