Pererat Ukhuwah, Lapas Perempuan Palembang Gelar Salat Isya Berjamaah dan Tadarusan Rutin Secara Bergilir

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan kegiatan keagamaan.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui penguatan kegiatan keagamaan.

Setiap malam, suasana khidmat menyelimuti Aula Lapas saat perwakilan warga binaan melaksanakan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarusan Al-Qur’an, Minggu (03/05).

Kegiatan ibadah malam ini dilaksanakan dengan sistem bergilir antar kamar hunian. Mekanisme ini diterapkan agar seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperdalam literasi Al-Qur’an dan memperkuat spiritualitas, sembari tetap menjaga kondusivitas keamanan di dalam Lapas.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih religius dan memiliki ketenangan batin.

“Kegiatan salat berjamaah dan tadarusan rutin ini adalah bagian vital dari pembinaan mental spiritual. Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung warga binaan untuk terus memperbaiki diri. Dengan rutinitas setiap malam, kami berharap nilai-nilai religius ini tertanam kuat dalam diri mereka,” ujar Desi.

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Seksi Binadik (Bimbingan Narapidana dan Anak Didik), Lily Puspa Sari, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan secara bergilir ini bertujuan untuk pemerataan pembinaan bagi seluruh penghuni blok.

“Kami mengatur jadwal setiap malam agar warga binaan dari tiap-tiap kamar bisa bergantian hadir di aula. Hal ini sangat efektif untuk memastikan pembinaan kepribadian menyentuh seluruh lapisan warga binaan. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan rasa kebersamaan di antara mereka,” ungkap Lily Puspa Sari.

Melalui program tadarusan rutin ini, Lapas Perempuan Palembang membuktikan peran fungsinya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga sebagai tempat transformasi mental bagi warga binaan.

Suasana yang tenang dan religius diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi perilaku warga binaan selama masa pembinaan hingga mereka kembali ke masyarakat nantinya.

Pos terkait