Puluhan Kepsek SMPN Di Ogan Ilir “Stres”, Ini Pejelasan Ketua MKKS

Gaya hedon berlimpah uang dalam euforia 54 orang Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Se - Kabupaten Ogan Ilir, Prov. Sumsel, yang terekam plesiran di Pantai Senaya Beach. 

INDODAILY.CO, OGAN ILIR, —- Gaya hedon berlimpah uang dalam euforia 54 orang Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Se – Kabupaten Ogan Ilir, Prov. Sumsel, yang terekam plesiran di Pantai Senaya Beach.

dan Kiyoko beach Prov. Lampung tampaknya tak bisa di tampik lagi.

Statemen Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Junaidi meng-isyaratkan para Kepsek Plesiran dalam kondisi “banyak uang”.

Junaidi berkoar – koar dengan nada lantang dalam wawancara khusus usai pelaksanaan pembentukan kepengurusan MKKS periode 2026 – 2030. Rabu (29/07/2026)

Sepanjang wawancara, rasa percaya diri Junaidi kian memuncak, Ia mengungkapkan salah seorang Kepsek tidak diperbolehkan suaminya pulang ke rumah sebelum uang bekal Rp 5 juta rupiah habis dalam dua hari.

Bacaan Lainnya

Bisa dimaknai, ” uang bukan masalah “. Bukannya ber empati atas ketatnya efisensi anggaran yang di canangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Uang itu, menurut Junadi. harus dihabiskan oleh oknum Kepsek dalam dua hari 25 – 26 Juli 2026. Bila tidak habis, sang istri tidak diperbolehkan suaminya pulang ke rumah.

” Dan ada Kepsek yang dikasih suaminya uang Lima Juta pak. Habis habiskan lah. kalau dak abis limo juta itu jangan balik ke rumah,” ungkap Juanidi berapi – api.

” Terkait perjalanan kami ke Lampung dengan efisensi anggaran saat ini, dalam hal ini keuangan negara yang ada di sekolah itu hanya dana BOS, tak ada dana lain. pada saat ini juga dana BOS tahap dua belum cair. Jadi indikasi kalau ada opini opini kami memakai dana sekolah itu tidak benar.” Kilah Junaidi.

” Kalau uang pribadi, sambung Dia. Terserah kami mau mengunakannya. Mau ke Lombok, ke Bali ke singapura. Mau kemana mana itu terserah.” imbuh dia.

” Karena untuk menghilangkan kepenatan kerja. Jadi kami sepakat untuk jalan jalan ke bandar Lampung ” tukas Junaidi.

Tak mau kalah nada, Kepsek SMP N 1 Pemulutan Selatan. Annisa Rahmawati mengatakan, alasan keberangkatan MKKS Plesiran ke Lampung lantaran banyak Kepala Sekolah stres.

” Nah seperti itu jelas pak banyak kepsek yang stress.. karena yang di inikan managerial. Untuk menghilangkan stres Plesiran. kalau kita jalan – jalan ke pantai kan hilang penat kita,”ujar Annisa.

Dia berterus terang, bahwasanya kepala sekolah punya tanggung jawab yang sangat besar.

” Untuk itu Kesejahteraan kepala sekolah itu sangat penting. Maka daripada itu.kami melakukan refreshing dengan menggunakan uang pribadi,” kata Dia seraya menuturkan Healingnya juga bukan Hedon kalau menurut saya.

Bicara simpati dan empati efesiensi anggaran pemerintah. Kepsek ini bilang tak perlu terlalu simpati dana empati pada pemerintah sebab pemimpin ( Kepsek.Red) butuh kesejahteraan.

” Masa kita terlalu simpati dan empati pada pemerintah. Sementara kita sendiri stres gitu lho pak. Itu paling penting. Pemimpin itu tidak boleh stress. Pemimpin butuh kesejahteraan secara psikologis,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim media yang merekam langsung kegiatan itu di Senaya Beach, Sabtu, (25/07/2026).

Peserta plesiran terpantau merayakan euforia dengan menyewa All Terrain Vehicle (ATV), sewa kuda dan Delman dan berpose di tepi pantai.

Gaya hidup hedonis para tenaga pendidik di Kabupaten Ogan Ilir ini muncul, mereka ber swafoto dari atas ATV, berteriak kegirangan, tertawa terbahak bahak. Sebagian dari mereka juga dengan melambai lambaikan tangan bak seorang pemimpin negara di kerumunan rakyatnya.

Pos terkait