INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang terus mengembangkan pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan public speaking dan story writing human interest, yang diikuti 30 Warga Binaan di Aula Bawah Lapas Perempuan Palembang, Selasa (7/10).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) ini menghadirkan Firza Rizky, seorang Presenter sekaligus trainer public speaking, sebagai pemateri komunikasi dan berbicara di depan umum.
Sementara itu, materi penulisan human interest dan story writing disampaikan oleh Imam Pramana dan Irawan yang merupakan jurnalis detik.com Palembang.
Materi yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian teori. Warga Binaan juga diajak mempraktikkan cara berbicara di depan orang lain, mengembangkan ide, serta mengolah pengalaman menjadi sebuah tulisan. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melatih kemampuan komunikasi sekaligus menemukan cara menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur dan percaya diri.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Desi Andriyani menyampaikan bahwa pengembangan kemampuan komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat membantu Warga Binaan mengembangkan potensi diri sekaligus menjadi bekal yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
“Selain keterampilan menulis, kegiatan pembinaan tersebut juga dilengkapi dengan pelatihan public speaking. Kami ingin Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, baik dalam menuangkan ide melalui tulisan maupun menyampaikan gagasan secara lisan. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya bermanfaat selama berada di Lapas, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi mereka untuk lebih percaya diri dan produktif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Desi.
Sementara itu, Firza Rizky mengaku senang dapat berbagi pengetahuan mengenai public speaking kepada Warga Binaan. Menurutnya, antusiasme peserta terlihat dari keberanian mereka untuk mencoba berbicara dan menyampaikan pemikiran selama pelatihan berlangsung.
“Senang bisa berbagi materi public speaking kepada Warga Binaan hari ini. Saya melihat peserta cukup antusias dan mau mencoba untuk tampil serta menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Semoga materi yang diberikan bisa menambah kepercayaan diri mereka dan menjadi bekal untuk berkomunikasi dengan lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Firza.
Selain public speaking, kehadiran Imam Pramana dan Irawan memberikan perspektif jurnalistik dalam materi penulisan. Melalui materi human interest dan story writing, Warga Binaan diperkenalkan pada cara melihat sebuah pengalaman atau peristiwa dari sisi yang lebih menarik, kemudian mengembangkannya menjadi tulisan yang memiliki alur dan pesan.
Pelatihan ini menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga berlatih mengolah pengalaman dan gagasan menjadi sesuatu yang dapat dikomunikasikan. Kemampuan tersebut dapat menjadi bentuk ekspresi positif sekaligus membuka peluang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan literasi dan komunikasi secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Palembang berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih variatif dengan mempertemukan keterampilan komunikasi dan literasi. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu Warga Binaan membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, serta memiliki bekal yang relevan untuk berinteraksi dan berkarya ketika kembali ke tengah masyarakat.






















