Lapas Perempuan Palembang Tampilkan Potensi Warga Binaan di Sultan Muda Womenpreneur HIPMI Sumsel 2026

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang turut berpartisipasi dalam kegiatan Sultan Muda Womenpreneur HIPMI Sumatera Selatan 2026 dengan tema “Women. Business. The Economy.” yang digelar di Ballroom Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (7/10). 

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang turut berpartisipasi dalam kegiatan Sultan Muda Womenpreneur HIPMI Sumatera Selatan 2026 dengan tema “Women. Business. The Economy.” yang digelar di Ballroom Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (7/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, didampingi oleh pejabat manajerial.

Kehadiran Lapas Perempuan Palembang tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi dan hasil pembinaan yang dikembangkan oleh Warga Binaan.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang turut ambil bagian melalui penampilan di hadapan para peserta. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk menunjukkan kemampuan yang telah dikembangkan selama mengikuti pembinaan sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri untuk tampil di hadapan publik.

Selain penampilan, Lapas Perempuan Palembang juga membuka stan UMKM yang menampilkan produk dari kegiatan kerja. Stan tersebut menyediakan berbagai jajanan seperti semprong, kerikpik bawang, keripik tempe, kopi sicantik, tempe, roti, dan produk kerajinan tangan warga binaan berupa vest, sehingga peserta dapat melihat secara langsung hasil keterampilan dan produktivitas Warga Binaan.

Bacaan Lainnya

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada Warga Binaan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, ruang seperti ini penting untuk memperkenalkan kemampuan Warga Binaan sekaligus memberikan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat di luar lingkungan Lapas.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada Warga Binaan untuk dapat terlibat dalam kegiatan seperti ini. Bagi mereka, kesempatan untuk tampil di ruang publik bukan hanya menjadi pengalaman, tetapi juga bagian dari proses membangun keberanian, kepercayaan diri, dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Kami berharap keterampilan dan pengalaman yang diperoleh selama pembinaan di Lapas Perempuan Palembang dapat menjadi bekal bagi mereka ketika kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Desi.

Ketua Badan Otonom (Banom) Womenpreneur BPD HIPMI Sumatera Selatan, AR. Desy Natalia, IAI, turut menyambut keterlibatan Lapas Perempuan Palembang dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Warga Binaan dan produk hasil kegiatan kerja memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang mendorong perempuan untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian.

“Kami sangat senang Lapas Perempuan Palembang dapat hadir dan melibatkan Warga Binaan dalam kegiatan ini. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan dampak. Kehadiran serta penampilan Warga Binaan dan produk yang dibawa melalui stan UMKM hari ini menjadi bagian dari semangat tersebut, sekaligus membuka ruang agar masyarakat dapat melihat potensi dan karya yang mereka miliki,” ujar Desy.

Keterlibatan Lapas Perempuan Palembang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Interaksi dengan lingkungan di luar Lapas memberikan pengalaman bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkenalkan hasil kegiatan kerja kepada masyarakat.

Partisipasi melalui penampilan Warga Binaan dan stan UMKM juga sejalan dengan upaya mendorong Warga Binaan agar lebih produktif serta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Melalui kesempatan ini, potensi dan keterampilan Warga Binaan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian dan kesiapan mereka untuk berkarya secara produktif.

Melalui kesempatan tersebut, Lapas Perempuan Palembang terus mendorong agar potensi Warga Binaan tidak hanya dikembangkan di dalam Lapas, tetapi juga mendapatkan ruang untuk dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat.

Kolaborasi dengan komunitas perempuan dan pelaku usaha diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi Warga Binaan untuk berkembang dan menghasilkan karya yang bernilai.

Pos terkait