JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan menegaskan, bahwa Pejabat Administrator harus mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Menurutnya, kepemimpinan tidak lagi sekadar berfokus pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga harus menghasilkan kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dalu Agung Darmawan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I hingga III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Rabu (22/7/2026).
“Kementerian ATR/BPN membutuhkan pemimpin administrator yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan yang tepat, serta menggerakkan organisasi untuk menghasilkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam arahannya, Sekjen ATR/BPN mengingatkan para pejabat administrator agar tidak terjebak pada rutinitas pekerjaan semata. Sebagai kepala satuan kerja (Satker), mereka dituntut mampu menghadirkan perubahan dan solusi atas berbagai persoalan di unit kerja masing-masing.
“Kalau Anda sekarang bekerja menjadi Kepala Satker, apa yang harus ditingkatkan di kantor ini? Permasalahan apa yang muncul? Bagaimana Anda melihat kondisi dan menentukan langkah ke depan? Gerak Kantor Pertanahan sangat bergantung pada Anda,” tegasnya.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I hingga III Tahun 2026 diikuti oleh 131 peserta, terdiri atas 20 Pejabat Administrator dari unit pusat Kementerian ATR/BPN dan 111 Pejabat Administrator dari Satker di daerah.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi mengenai kepemimpinan Pancasila dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, hingga aktualisasi kepemimpinan organisasi. Program ini berlangsung pada 17 Juni hingga 2 November 2026 melalui berbagai metode pembelajaran, seperti pembelajaran mandiri, e-learning, studi lapangan, serta penyusunan proyek aktualisasi kepemimpinan.
Selain mengikuti proses pembelajaran, peserta juga akan menjalani sejumlah tahapan evaluasi, meliputi evaluasi sikap dan perilaku, evaluasi akademik, evaluasi pembelajaran lapangan, serta penilaian terhadap produk aktualisasi kepemimpinan.
Pada kesempatan tersebut, Dalu Agung Darmawan juga mengajak seluruh peserta untuk memperkuat koordinasi, baik di lingkungan internal maupun dengan para pemangku kepentingan eksternal.
“Lakukan dialog kinerja secara rutin dengan para pejabat dan pegawai di Satker masing-masing. Kita juga mulai mengubah budaya kerja melalui integrasi data. Data kita semakin hari semakin baik, dan kita terus membangun integrasi data bersama berbagai kementerian dan lembaga untuk mendukung keberhasilan program-program yang dijalankan,” pesannya.
Pembukaan PKA turut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi, Norman Subowo, yang menyampaikan laporan pelaksanaan pelatihan kepada Sekjen ATR/BPN. Acara dipandu oleh Analis Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Madya, Ivan Syahreza. (*)






















