PALEMBANG, INDODAILY.CO – Menghadapi kondisi kemarau dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Paguyuban Sinar Mas Sumsel bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia menggelar doa bersama memohon hujan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Kampus C Pondok Pesantren Aulia Cendekia tersebut diikuti unsur pemerintah, dunia usaha, para pengajar, serta santri yang bersama-sama mengikuti rangkaian doa dan munajat.
Kondisi kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, kabut asap, serta dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel H. M. Iwan Setiawan mengatakan menghadapi karhutla membutuhkan ikhtiar bersama yang melibatkan seluruh elemen
Baik melalui langkah pencegahan dan penanganan di lapangan maupun dukungan dan kepedulian masyarakat.
Dia berkata, karhutla merupakan tantangan bersama yang tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, Satgas Karhutla, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan maupun penanganan di lapangan.
“Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga Sumatera Selatan,” ujar Iwan.
Menurutnya, ikhtiar spiritual perlu berjalan beriringan dengan berbagai langkah nyata untuk mencegah dan menangani kebakaran.
Kewaspadaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko karhutla, terutama di tengah kondisi kemarau.
“Di tengah berbagai upaya yang terus dilakukan, kita bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat. Pada saat yang sama, kita semua harus terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
Upaya penanganan di lapangan terus dilakukan secara kolaboratif bersama Satgas Karhutlah (TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni-Kementrian Kehutanan dan Mitra pemasok APP Group) di Sumatera Selatan (Sumsel), turut memberikan dukungan dalam kegiatan pemadaman sebagai bagian dari kerja bersama pemerintah, aparat, masyarakat, dan dunia usaha.
Paguyuban Sinar Mas Sumsel juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya pencegahan agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Pimpinan Pondok Pesantren Aulia Cendekia KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri mengatakan, doa bersama merupakan bagian dari upaya spiritual untuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang dihadapi masyarakat Sumatera Selatan.
“Kita berkumpul di sini untuk bermunajat dan memohon kepada Allah SWT agar Sumsel diberikan hujan yang membawa rahmat. Kita juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ucapnya.
Melalui doa bersama tersebut, Paguyuban Sinar Mas Sumsel dan Pondok Pesantren Aulia Cendekia berharap ikhtiar spiritual dapat berjalan seiring dengan langkah nyata pemerintah, Satgas Karhutla serta dunia usaha.
Dan juga masyarakat dalam mencegah kebakaran, menjaga lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.






















