Kapal Pertamina Trans Kontinental Transko Dara 3218, Siaga 24 Jam Dukung Distribusi Energi di Refinery Unit VI Balongan

JAKARTA, INDODAILY.CO – Distribusi energi nasional tak lepas dari rangkaian aktivitas maritim, termasuk kapal penunjang yang menjadi simpul untuk memastikan kapal tanker pengangkut produk minyak dan gas dapat sandar dengan aman dan tepat waktu.

Seperti Transko Dara 3218, kapal kecil milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini berada di garda depan Terminal Khusus (Tersus) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (RU VI).

Transko Dara 3218 bertugas melayani operasional kapal tanker migas yang akan merapat (sandar) atau lepas sandar dari Tersus RU VI.

Kapal tersebut membantu mobilisasi personel menuju Single Point Mooring (SPM), atau pelampung terapung yang berada di lepas pantai sebagai tempat sandar kapal tanker, sekaligus alat penyalur muatan cair seperti minyak bumi.

Walau kapal Transko Dara berukuran kecil, namun keandalan kapal ini berperan dalam memandu kapal-kapal tanker yang ukurannya lebih besar.

Bacaan Lainnya

Dia berkata, proses operasional pelabuhan bagi kapal besar termasuk aspek yang kritikal, terlebih kapal tanker di wilayah Tersus RU VI merupakan pembawa produk migas yang berisiko tinggi.

“Serangkaian proses sandar maupun lepas sandar didukung oleh kapal-kapal PTK, sebagai simpul dari kegiatan maritim untuk menjaga aspek keselamatan, kesiapsiagaan terhadap potensi resiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Vice President Legal & Relation Pertamina Trans Kontinental Amran Reza.

Amran menambahkan, sejalan dengan alur pergerakan kapal-kapal tanker Pertamina, kapal penunjang PTK bersiaga 24 jam sehari.

Secara rerata, Transko Dara 3218 beroperasi hingga 3 kali per hari, bergantian dengan kapal-kapal penunjang PTK lainnya di RU VI.

RU VI Balongan sendiri, memiliki peran dalam 80% distribusi energi di Jawa bagian Barat, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Banten. Selain itu, ke beberapa wilayah yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, hingga sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

“Dengan cakupan distribusi energi di RU VI, layanan PTK turut berkontribusi dalam mendukung rantai distribusi energi nasional,” ujar Amran.

Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK merupakan penyedia solusi maritim dan logistik terintegrasi.

Empat lini bisnis PTK terdiri dari kapal penunjang, layanan maritim, operasional pelabuhan, serta penyedia pergudangan di pinggir pantai (shorebase).

Saat ini, PTK memiliki 370 kapal milik dan 90 kapal sewa yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, untuk mendukung kebutuhan maritim dan logistik energi.

“PTK senantiasa menjaga keandalan armada dan layanan maritim. Para pelaut dan tenaga profesional PTK juga berkomitmen menjaga aktivitas operasional sesuai standar dan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja,” ucap Amran.

Peran tersebut sejalan dengan strategi PTK pada 2026 untuk memperkuat bisnis inti, operational excellence, optimalisasi operasi, inovasi, transformasi digital, serta keberlanjutan.

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas maritim, mendukung distribusi energi, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Pos terkait