Rajut Semangat Kebhinekaan, Lapas Perempuan Palembang Ikuti Webinar Internasional Sambut Hari Lahir Pancasila

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti webinar internasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum bekerja sama dengan Institut Leimena mengusung tema “Merajut Keberagaman Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa”.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS, —-  Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti webinar internasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum bekerja sama dengan Institut Leimena mengusung tema “Merajut Keberagaman Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa”.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani beserta seluruh jajaran pegawai, baik yang mengikuti dari rumah maupun petugas yang sedang bertugas di kantor, pada Jum’at (29/5).

Webinar yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila serta memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kegiatan berlangsung secara virtual dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintahan serta kalangan akademisi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh pembicara kunci, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan pemersatu bangsa di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan zaman.

Selain itu, webinar juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional yang memberikan perspektif mengenai keberagaman dan nilai kebangsaan, di antaranya Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum Kementerian Hukum RI, Gusti Ayu Putu Suwardani, Bc.IP., S.H., M.Si., Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Amin Abdullah, Direktur Eksekutif *World Faiths Development Dialogue* sekaligus Wakil Presiden G20 Interfaith Association, Prof. Katherine Marshall, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara di LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., serta Direktur International Center for Law and Religion Studies, Dr. Brett Scharffs.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya menjaga toleransi, memperkuat dialog lintas budaya dan agama, serta menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan damai.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam webinar internasional tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan wawasan kebangsaan serta penguatan nilai toleransi di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran dapat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Desi.

Salah satu pegawai yang mengikuti kegiatan, dr. Windy Kirani, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan webinar internasional tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber memberikan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga keberagaman dan memperkuat semangat persatuan di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Webinar ini sangat inspiratif dan membuka wawasan kami tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling menghargai, dan penuh toleransi,” ungkap dr. Windy Kirani.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber yang berlangsung antusias. Para narasumber juga menyampaikan *closing statement* yang berisi ajakan untuk terus menjaga persatuan bangsa, memperkuat semangat gotong royong, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang harmonis dan berkeadilan.

Dengan mengikuti webinar tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ideologi Pancasila serta membangun budaya kerja yang harmonis, inklusif, dan menjunjung tinggi semangat kebhinekaan.

Pos terkait