INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Nuansa berbeda tampak di Lapangan Upacara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang pada Selasa (21/4).
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, seluruh jajaran pegawai hingga peserta magang kompak mengenakan kebaya saat mengikuti apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani.
Balutan kebaya yang anggun tidak mengurangi kekhidmatan jalannya apel. Justru, momen ini menjadi simbol kuat emansipasi dan peran perempuan dalam menjalankan tugas pengabdian, termasuk di lingkungan pemasyarakatan yang penuh tantangan.
Dalam amanatnya, Kalapas Desi Andriyani menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap diri perempuan, khususnya para petugas pemasyarakatan.
> “Hari Kartini bukan sekadar seremoni mengenakan kebaya, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran perempuan sebagai sosok yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja. Saya bangga seluruh jajaran dapat menunjukkan dedikasi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Desi.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan di lingkungan Lapas memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana kerja yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pembinaan.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Rosliani Pulungan, turut menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai perempuan untuk terus berkembang.
> “Peringatan Hari Kartini ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tetap percaya diri, dan berani mengambil peran dalam setiap tugas yang diemban. Kebaya yang kami kenakan hari ini menjadi simbol bahwa perempuan bisa tetap menjunjung budaya sekaligus profesional dalam bekerja,” ungkap Rosliani.
Apel berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dalam menginternalisasi nilai-nilai perjuangan Kartini ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.






















