INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS, —- Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan (Dirbinapi) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yulius Sahruzah, bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap alur layanan kunjungan serta program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Kamis (19/03).
Dalam kunjungan tersebut, Yulius Sahruzah, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan manajemen alur layanan kunjungan, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Ia menilai seluruh tahapan layanan telah berjalan tertib, sistematis, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi upaya Lapas Perempuan Palembang dalam mengatur alur kunjungan Idul Fitri secara optimal. Hal ini menunjukkan komitmen kuat jajaran dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di tengah tingginya intensitas kunjungan saat hari raya,” ungkap Yulius Sahruzah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, turut memuji kesigapan petugas dalam menyambut hari besar keagamaan. Ia menegaskan bahwa layanan yang tertata dengan baik merupakan cerminan dari peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan Sumatera Selatan. “Kami melihat kesiapan yang sangat matang. Alur layanan yang jelas, tertib, dan tetap mengedepankan sisi humanis adalah kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan berintegritas,” tegas Erwedi Supriyatno.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menyampaikan bahwa kehadiran Dirbinapi dan Kakanwil menjadi motivasi besar bagi seluruh jajaran untuk memastikan layanan berjalan transparan dan akuntabel. “Monitoring ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan personel. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat, sekaligus terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar mereka tetap produktif,” ujar Desi.
Rombongan meninjau langsung setiap titik layanan, mulai dari proses pendaftaran, area pemeriksaan barang, hingga ruang pertemuan kunjungan. Selain aspek pengamanan, perhatian juga diberikan pada galeri bimbingan kerja untuk melihat progres keterampilan warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial di masa depan.
Melalui monev ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang diharapkan terus konsisten menjaga standar pelayanan prima, khususnya pada momentum krusial Idul Fitri, guna mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.






















