INDODAILY.CO, SEKAYU, —- Lapas Sekayu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dengan melaksanakan asesmen psikologi terhadap warga binaan, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat depresi, kecemasan, dan stres sebagai bagian dari deteksi dini kondisi kesehatan mental.
Asesmen dilakukan secara sistematis menggunakan instrumen psikologi yang dilakukan oleh para magang Kemnaker yang berstatus Sarjana Psikologi. Hasil dari asesmen ini nantinya, akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, mengatakan bahwa, kesehatan mental memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembinaan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kondisi psikologis warga binaan tetap terpantau. Dengan begitu, pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi mental dan emosional,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Sekayu, Fiqih Utama menyampaikan bahwa, asesmen ini menjadi bagian penting dalam penyusunan program pembinaan ke depan.
“Dengan mengetahui tingkat depresi, kecemasan, dan stres warga binaan, kami dapat merancang pola pembinaan yang lebih efektif, baik melalui konseling, pembinaan kepribadian, maupun kegiatan kerja yang produktif,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pendekatan yang berbasis pada kondisi psikologis individu akan membantu warga binaan dalam mengelola emosi, meningkatkan motivasi, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, serta mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan secara optimal.






















