MALANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya TNI yang berlangsung di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menegaskan bahwa kepastian hukum hak atas tanah merupakan salah satu faktor utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Bagi kami, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN melalui akun Instagram resminya.
Menurut Menteri Nusron, dukungan Kementerian ATR/BPN terhadap ketahanan pangan tidak hanya diwujudkan melalui pemberian kepastian hukum atas tanah, tetapi juga melalui penataan ruang yang berkelanjutan serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan panen raya serentak yang digelar di 43 titik diseluruh Indonesia merupakan wujud kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani,” lanjut Menteri Nusron.
Pada panen raya di Kota Malang, berbagai komoditas pertanian dipanen, antara lain tebu, padi, dan kedelai. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih. (*)






















