Lapas Perempuan Palembang Satukan Doa untuk Indonesia, Salat Taubat dan Shalawat Nariyah Jadi Ikhtiar di Tengah Kabut Asap

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Utama Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Rabu (9/9) pagi.

INDODAILY.CO, PALEMBANG, —- Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Utama Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Rabu (9/9) pagi.

Sejak pukul 06.30 WIB, jajaran pegawai bersama-sama menundukkan hati dalam Salat Taubat, zikir, pembacaan Shalawat Nariyah, dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon ampunan, keselamatan, serta perlindungan Allah SWT.

Bukan sekadar rutinitas keagamaan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh jajaran Lapas Perempuan Palembang untuk melakukan introspeksi diri sekaligus menyatukan doa bagi keselamatan bangsa.

Di tengah berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat, doa dipanjatkan agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari musibah serta marabahaya.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, hadir bersama jajaran pejabat dan seluruh pegawai. Kegiatan turut dipandu Ustaz Muslimin yang memberikan penguatan keagamaan sekaligus mengajak seluruh peserta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Taubat secara berjamaah. Dengan suasana yang penuh kekhusyukan, para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk bermuhasabah dan memohon ampun atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.

Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan pembacaan Shalawat Nariyah. Lantunan zikir dan shalawat kemudian mengantarkan seluruh peserta pada sesi doa bersama.

Dalam doa tersebut, para peserta memohon agar Allah SWT memberikan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia, menjauhkan bangsa dari berbagai musibah dan marabahaya, serta memberikan jalan keluar atas berbagai persoalan yang tengah dihadapi.

Doa juga secara khusus dipanjatkan agar hujan segera turun sehingga kondisi kabut asap yang melanda dapat berangsur membaik dan masyarakat dapat kembali merasakan udara yang lebih sehat.

“Melalui Salat Taubat, zikir, Shalawat Nariyah, dan doa bersama ini, kita memohon ampun sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT. Semoga Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya, serta kondisi yang tengah kita hadapi dapat segera membaik,” ujar Desi.

Menurutnya, kekuatan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketenangan dan kebersamaan di lingkungan kerja. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Ustaz Muslimin mengajak seluruh peserta tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai seremonial, tetapi sebagai titik awal untuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan dan terus memperbaiki diri. Semoga melalui doa yang kita panjatkan bersama, Allah SWT memberikan pertolongan dan perlindungan, menjauhkan kita dari marabahaya, serta memberikan keselamatan dan kebaikan bagi Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Lapas Perempuan Palembang berharap ikhtiar spiritual tersebut dapat memperkuat nilai keagamaan, menumbuhkan semangat introspeksi, serta mempererat kebersamaan seluruh jajaran.

Di tengah ikhtiar nyata menghadapi berbagai kondisi yang ada, doa menjadi penguat. Dari lingkungan Lapas Perempuan Palembang, harapan yang sama dipanjatkan: semoga Indonesia senantiasa dalam keselamatan, diberikan keteduhan, serta segera terbebas dari berbagai musibah dan marabahaya.

Pos terkait