INDODAILY.CO, PALEMBANG, INFO_PAS, —- Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti rapat sosialisasi penilaian kinerja bidang kearsipan yang diselenggarakan.
Secara hybrid dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula atas Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang pada Senin (18/5).
Dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, kegiatan ini diikuti oleh Kasubbag Tata Usaha Rosliani Pulungan, Kaur Umum Herlina Firdaus, operator SRIKANDI, serta operator Reformasi Birokrasi (RB). Sementara itu, kegiatan terpusat di Ruang Rapat 1 Lantai 17 dan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut meliputi sosialisasi indikator penilaian kinerja bidang kearsipan, sosialisasi STAR Sinergi fitur layanan kearsipan, implementasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN), serta Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Andri Budi Satriaji selaku JF Arsiparis Biro Umum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas pengelolaan arsip di lingkungan kementerian agar lebih tertib, modern, dan terintegrasi secara digital.
Kasubbag Tata Usaha Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Rosliani Pulungan, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas administrasi dan tata kelola arsip di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait indikator penilaian kinerja kearsipan serta implementasi sistem digital kearsipan nasional. Diharapkan seluruh jajaran mampu meningkatkan tertib arsip dan pelayanan administrasi yang lebih efektif, akuntabel, serta sesuai standar nasional,” ujar Rosliani.
Sementara itu, narasumber dari Biro Umum Sekretariat Jenderal, Andri Budi Satriaji, menegaskan bahwa pengelolaan arsip yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang profesional dan modern.
“Kearsipan bukan hanya tentang penyimpanan dokumen, tetapi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan optimalisasi SIKN dan JIKN, diharapkan seluruh satuan kerja dapat menghadirkan layanan arsip yang terintegrasi, mudah diakses, dan mendukung transformasi digital kementerian,” jelas Andri.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan tata kelola administrasi serta implementasi sistem kearsipan modern di lingkungan pemasyarakatan.






















