Semangat Mengabdi Warnai Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN

CIKEAS – Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) tahun akademik 2026/2027 sebagai upaya menjaring sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.

Di tengah pelaksanaan seleksi, semangat, optimisme, dan tekad untuk mengabdi kepada bangsa tampak mengiringi langkah para calon taruna dan taruni dari berbagai daerah.

Sebanyak 2.114 peserta mengikuti rangkaian SPTB yang diselenggarakan di Yogyakarta dan Cikeas. Salah satunya adalah Aditya Rahman (17), calon taruna asal Bandung, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi wilayah yang besar sehingga membutuhkan penataan ruang yang berkualitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena saya ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan akan sangat disayangkan jika potensi itu tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Aditya.

Demi mewujudkan cita-citanya, Aditya mempersiapkan diri dengan mempelajari materi yang diujikan, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior untuk memperdalam pemahamannya.

Usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sempat merasakan ketegangan. Meski demikian, ia menilai sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah dipelajarinya, walaupun peserta dituntut lebih teliti dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.

Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), calon taruni asal Karawang, Jawa Barat. Ia memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) karena meyakini bahwa bidang pertanahan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Menurut saya, tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu, saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” kata Malika.

Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin setiap hari serta mengerjakan berbagai latihan soal sebagai bekal menghadapi seleksi.

Meski menjumpai beberapa soal yang berbeda dari materi yang dipelajarinya, Malika menilai tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri.

“Tantangan terbesar bukan dari soal ujiannya, tetapi bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri. Saya optimis dan berusaha tetap percaya diri,” pungkasnya.

Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN tahun akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan seleksi ini akan mengikuti tes lanjutan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN tahun akademik 2026/2027. (*)

Pos terkait