YOGYAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan, bahwa kritik dan masukan dari masyarakat merupakan elemen penting dalam upaya meningkatkan kualitas kebijakan publik.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan KOPDAR Bareng Mas Dar bertema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Total Politik di Auditorium Joglo GIK, Universitas Gadjah Mada, Senin (15/6/2026).
Dihadapan peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa, Menteri Nusron menekankan bahwa seorang pejabat publik harus siap menerima kritik sebagai bagian dari tanggung jawab dalam melayani kepentingan masyarakat.
“Kalau pejabat tidak mau dicaci maki atau menerima kritik, sesungguhnya yang bersangkutan belum lulus menjadi pejabat publik. Saya ingin kebijakan yang saya ambil semakin baik, maka saya harus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Dalam dialog yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Pancasila tersebut, Menteri Nusron mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam proses penyusunan kebijakan publik.
“Di Bulan Pancasila ini, kita perlu mengoreksi bersama apakah kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau belum. Jika masih ada yang belum sesuai, mari kita perbaiki bersama,” kata Menteri Nusron.
Selain membahas pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pemerintahan, kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut juga bertepatan dengan momentum Malam Tahun Baru Islam. Pada kesempatan itu, Menteri Nusron mengajak seluruh peserta menjadikan pergantian tahun sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri.
Ia menegaskan bahwa setiap individu harus terus berupaya melakukan perbaikan agar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.
“Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung,” tuturnya.
Prinsip tersebut, lanjutnya, tidak hanya berlaku dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap kebijakan harus terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Karena saya ingin menjadi orang yang beruntung, maka kebijakan-kebijakan yang saya hasilkan juga harus terus menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan Kopdar tersebut turut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Dialog berlangsung sekitar 30 menit sebelum dihentikan karena situasi di lokasi dinilai kurang kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Nusron juga didampingi sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN serta Kepala Kantor Wilayah BPN Daerah Istimewa Yogyakarta, Sepyo Achanto, beserta jajaran. (*)






















