INDODAILY.CO, PALEMBANG— Suasana hangat dan penuh kebahagiaan terasa di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang pada Sabtu (25/4) melalui kegiatan kunjungan khusus Ibu dan Anak yang mengusung tema *“Dari Ibu Kita Belajar Arti Bertahan”.
Sejak pagi hari, area lapas tampak lebih semarak dari biasanya. Sebanyak 167 pengunjung hadir untuk mengikuti kegiatan yang memberikan kesempatan bagi 58 warga binaan bertemu langsung dengan anak-anak mereka. Momen ini menjadi ruang penting untuk melepas rindu sekaligus mempererat kembali ikatan emosional yang selama ini terpisah oleh masa pembinaan.
Berbagai perlombaan turut memeriahkan suasana, mulai dari lomba fashion show ibu dan anak, lomba kelereng, joget balon, lomba memakaikan lipstik, hingga lomba makan kerupuk. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan haru para ibu, menciptakan suasana yang menyentuh hati dan sarat makna kebersamaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang, Desi Andriyani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang menitikberatkan pada aspek emosional dan kekeluargaan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap dapat menjalankan perannya sebagai seorang ibu. Ikatan batin antara ibu dan anak adalah sumber kekuatan yang sangat besar, dan itu menjadi motivasi bagi mereka untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai stakeholder yang berperan sebagai sponsor, di antaranya BRI, Kantor Hukum Conie Pania Putri dan Rekan, Perempuan Indonesia Maju Provinsi Sumatera Selatan, Palembang Women’s Club, Perempuan Indonesia Maju Kota Palembang, Girl’s Studio, Kantor Hukum Supendi, SH, MH. & Rekan, Pengurus Cabang 5 Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, CV Rfia Lestari, Galeri Wong Kito, Rifera.id, Komunitas Pedagang dan Pecinta Kuliner Nusantara, PDAM Tirta Musi Palembang, Ibaraki Food Culinary, Dr. Hj. Nurmalah, SH, MH. Law Firm, CV Sriwijaya Pratama Husindo, PT Windra Agung Grup, serta House of Merich.
Perwakilan dari Perempuan Indonesia Maju Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat menyentuh dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi anak-anak mereka. Ini adalah bentuk nyata bahwa pembinaan di lapas juga memperhatikan sisi kemanusiaan dan keluarga,” ungkapnya.
Salah satu pengunjung yang hadir pun mengaku terharu dengan kesempatan yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur, anak saya bisa bertemu langsung dengan ibunya dalam suasana yang bahagia seperti ini. Ini momen yang tidak akan kami lupakan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Selain mempererat hubungan keluarga, kegiatan ini juga memberikan dukungan psikologis yang signifikan bagi warga binaan. Semangat dan harapan baru terlihat jelas dari wajah-wajah para ibu yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, momen ini menjadi wujud nyata pembinaan berbasis kemanusiaan yang memberikan harapan dan kekuatan baru bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.






















