Kuasa Hukum Keberatan Saksi Hadir Melalui Virtual, Sidang Sarimuda Ditunda

Persidangan terdakwa Sarimuda dan Margono yang sempat ditunda karena saksi hadir melalui virtual

INDODAILY.CO, PALEMBANG — Dua terdakwa kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah Sarimuda dan Margono hari ini dijadwalkan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Palembang. Namun dikarenakan saksi pelapor Setiawan dan Franciscus hadir secara virtual tidak dihadirkan secara membuat kuasa hukum kedua terdakwa keberatan akhirnya sidang ditunda.

“Yang mulia majelis hakim, kami berkeberatan jika saksi pelapor dihadirkan secara virtual, karena ditakutkan terkendala dengan jaringan internet, hingga keterangan saksi tidak jelas kami dengar,” kata Agustinus Joni kuasa hukum terdakwa Margono kepada majelis hakim.

Menjawab permintaan dari kuasa hukum terdakwa, JPU Kejati Sumsel Rini Purnamawati dan Neni Karmila beralasan untuk menghadirkan saksi pelapor secara langsung pihaknya terkendala dengan kondisi pandemi Covid-19.

Setelah mendengarkan permintaan dari para kuasa hukum terdakwa dan alasan jaksa penuntut umum, majelis hakim Yoserizal SH MH sebelum menunda jalannya sidang, memerintahkan kepada JPU Kejati Sumsel, agar menghadirkan saksi pelapor tersebut secara langsung pada sidang pekan depan.

Agustinus Joni SH kuasa hukum Margono Mangkunegoro seusai sidang mengatakan, alasan pihaknya keberatan dengan kehadiran saksi secara virtual selain agar saksi pelapor dihadirkan langsung dipersidangan karena keterangannya sangat penting untuk didengar.

Bacaan Lainnya

“Yang kedua sebagaimana Perma nomor 4 menjelaskan bahwa saksi hadir secara langsung dipersidangan untuk diperiksa walaupun persidangan digelar secara online, itulah landasan kami menginginkan agar saksi pelapor ini dapat dihadirkan langsung dipersidangan,” ujarnya.

Sebelumnya dalam dakwaan dugaan penipuan yang menjerat kedua terdakwa tersebut bermula pada sekira bulan Oktober – Desember 2019 lalu.

Bermula saat terdakwa Sarimuda mencari tanah untuk kegiatan kerja sama dengan saksi korban Setiawan, berupa pembangunan serta pengelolaan trase jalur kereta api dari Stasiun Simpang sampai dengan dermaga bongkar muat batu bara.

Diketahui bidang tanah yang dicari oleh Sarimuda yang terletak di Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim adalah milik Nurlina yang kemudian dikuasakan kepada tersangka Margono Mangkunegoro.

Dari tujuh persil tanah yang dibeli oleh Setiawan senilai Rp 26,2 miliar, ada satu persil tanah dengan SHM No. 00035/Tanjung Baru tanggal 24 Januari 2019 milik Dra. Nurlina seluas 24.887 m2, tidak dapat dimiliki karena tanah tersebut tidak dilakukan pengikatan jual beli pada hari itu dikarenakan Sarimuda beralasan saat itu bidang tanah dalam permasalahan.

Namun, uang tersebut terlanjur dibayarkan Titin kepada Sarimuda, hingga saat ini bidang tanah tersebut tidak dapat dikuasai oleh Setiawan sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 26,9 miliar.

Atas perbuatan kedua terdakwa tersebut, sebagaimana dakwaan penuntut umum dijerat dakwaan Primer Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Subsider Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman empat tahun penjara.

Pos terkait